Selasa, 05 Juni 2012


HMI tolak rencana kedatangan presiden SBY di Ambon

AMBON-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Ambon menolak rencana kedatangan Presiden SBY di kota Ambon untuk membuka MTQ nasional ke-24 di kota Ambon, 8 Juni 2012. Ketua bidang partisipasi pembangunana daerah (PPD) HMI cabang Ambon, M. Rifai Kelkusa melalui pernyataan pers secara tertulis mengatakan alasan HMI menolak kehadiran SBY untuk membuka MTQ nasional ke-24 di kota Ambon didasarkan beberapa kali kehadiran presiden SBY di kota Ambon yaitu membuka Harganas, peresmian Gong Perdamaian International, Sail Banda 2010 tidak bermanfaat bagi rakyat Maluku.

Menurut Dia, SBY hanya secara serimonial membuka namun tidak menindak lanjuti dalam pencanangan program pembangunan Maluku yang dinikmati manfaatnya secara langsung oleh seluruh rakyat Maluku. Lumbung Ikan Nasional, tambahan APBN untuk pembangunan Maluku, peningkatan program pemberdayaan masyarakat miskin hanya bersifat janji namun tidak direalisasai, akibatnya masyarakat Maluku tetap berada dalam keterpurukan ekonomi dan tingkat kemiskinan yang terus bertmbah.

Alasan lain HMI menolak kehadiran SBY yaitu isu nasional SBY telah melakukan proses barter pasal dalam Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) Tahun 2012, diantaranya pasal 7 ayat 6 poin A dengan pasal 18 APBNP. Karena politik barter pasal dengan pasal dalam Undang-Undang APBNP, SBY dianggap tidak pro bagi rakyat Indonesia melainkan pro terhadap kepentingan politiknya. DMS