Senin, 21 Mei 2012


HMI dan GMKI tuntut Gubernur, Kapolda dan Pangdam XVI Pattimura amankan Maluku jelang MTQ nasional

AMBON-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Ambon, Senin pagi melakukan aksi demo di kantor gubernur Maluku. Aksi ini dipimpin langsung oleh ketua umum HMI, Mahmud Latif dan ketua umum GMKI cabang Ambon, Elvandro Wattimury.

Dalam aksinya enam tuntutan dari HMI dan GMKI disampaikan ke Gubernur Maluku. Tuntutan tersebut diantaranya menuntut pemerintah daerah harus berupaya keras untuk mengsukseskan iven MTQ nasional ke-24 di kota Ambon, dan mengajak seluruh warga Maluku mengsukseskan MTQ agar berjalan secara aman dan damai.

Mendesak Pangdam XVI Pattimura dan Kapolda Maluku agar memainkan peran intelijen lebih intensif dalam mengusut tuntas provokator yang sengaja ingin mengganggu pelaksanaan MTQ maupun mengancam instabilitas keamanan di kota Ambon dan provinsi Maluku.

Mendukung pemerintahan yang baik dan bersih (good and clear government) mengingat Maluku berada pada posisi keempat daerah terkorupsi di Indonesia, olehnya Kejati Maluku didesak bersikap tegas memberantas kasus korupsi di daerah ini.

Pendemo juga mendesak pemerintah provinsi Maluku dan kabupaten kota di Maluku bersikap adil dan bijaksana dalam mengalokasikan program pemberdayaan masyarakat karena saat ini Maluku masih berada pada urutan ketiga daerah termiskin di Indonesia.

Mendesak pemerintah provinsi Maluku untuk bersikap serius dan tegas memperjuangkan status Maluku sebagai lumbung ikan nasional karena hingga saat ini status lumbung ikan nasional tidak jelas dan terkesan hanya pepesan kosong belaka.
Pendemo juga mendesak revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas agar keadilan distribusi Migas untuk daerah lebih adil, olehnya HMI dan GMKI mendesak presiden SBY mempercepat proses bagi hasil 10 persen dari Migas Blok Marsela. DMS