Rabu, 23 Mei 2012


DPRD kota Ambon desak Kapolda Maluku dan Pangdam XVI Pattimura swiping Senpi, bom rakitan dan panah

AMBON-DPRD kota Ambon mendesak Kapolda Maluku dan dan Pangdam XVI Pattimura lakukan swiping warga kota Ambon karena diduga warga masih menyimpan senjata api rakitan, bom rakitan dan panah. Salah satu anggota DPRD Kota Ambon, Riduan Hassan mengatakan fakta di lapangan membuktikan dari setiap konflik yang terjadi di masyarakat terdapat tembakan senjata api, ledakan bom dan panah. Hal ini menandakan warga dari komunitas yang ada di kota Ambon memiliki dan menyimpan senjata tersebut.

Tugas TNI-Polri yaitu harus menyita senjata-senjata ini dari masyarakat. Langkah yang harus dilakukan oleh TNI-Polri adalah melakukan swiping dadakan dan terencana secara rahasia, sehingga saat Sidak senjata-senjata ini dapat disita dari tangan masyarakat. Hassan tidak menjamin adanya kenyamanan dan kedamaian warga jika warga dibiarkan bebas menyimpan senjata dan bahan peledak di rumahnya masing-masing.

Sementara terkait kasus bentrokan antar warga yang terjadi pada tanggal 15 Mei 2012, menurut Hasan, Polisi harus secepatnya membuktikan bagi publik pelaku-pelaku yang ditemukan berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan sebagai tersangka. Sikap Polisi yang tidak tegas dan tidak cepat mengungkap kepublik pelaku-pelaku dibalik insiden tersebut membuka ruang terjadinya insiden lainnya karena pelaku bebas memainkan perannya menciptakan kekacauan di kota Ambon. DMS