Jumat, 09 Maret 2012


Konflik Porto Haria tiga rumah terbakar

Konflik antar warga negeri Porto dan Haria kembali pecah, sedikitnya tiga rumah warga Porto dan satu Pos Brimob terbakar akibat ledakan bom rakitan yang dilempar oleh pelaku yang diduga warga Haria. Pasca ledakan bom tersebut warga kedua negeri yaitu Porto dan Haria kembali tegang sementara ledakan bom terjadi saat Raja kedua negeri bersama staf pemerintah negeri Porto dan Haria sedang mengikuti rapat bersama Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu dengan Muspida Maluku yang membahas solusi perdamaian kedua negeri yang berlangsung Jumat pagi di kantor Gubernur Maluku.

Informasi terbakarnya tiga rumah warga porto dan 1 pos Brimob dilaporkan oleh salah satu warga Porto ke staf pemerintah negeri Porto yang sedang mengikuti rapat pembahasan perdamaian. Mendengar kabar tersebut suasana rapat menjadi tegang.

Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu langsung mengeluarkan beberapa amanat Gubernur Maluku kepada pimpinan negeri Porto dan Haria, Muspika Saparua dan Muspida Maluku Tengah. Amanat Gubernur Maluku antara lain hentikan konflik antar warga Porto dan Haria, hentikan kontak senjata antar warga, warga Porto dan Hari diminta secara sukarela menyerahkan senjata berupa senjata api, bom, panah dan lainnya keaparat keamanan yang bertugas di daerah tersebut.

Ralahalu menambahkan sengketa tapal batas negeri dan kepemilikan Air Raja diselesaikan melalui proses hukum yang dimediasi oleh tim mediasi yang telah dibentuk oleh Gubernur Maluku. Hentikan aksi swiping warga oleh siapapun terhadap warga dari kedua negeri dan korban akibat bentrokan Porto dan Haria akan di ganti rugi oleh pemerintah.DMS