Jumat, 03 Februari 2012


Jepang tawarkan investasi perikanan Maluku

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yoshinori Katori atas nama pemerintah Jepang menawarkan kerjasama dengan pemerintah provinsi Maluku. Saat bertemu Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, Katori mengatakan pemerintah Jepang berkeinginan untuk melakukan kerja sama pengelolaan rumput laut dengan pemerintah Maluku.

Langkah yang dilakukan oleh pemerintah Jepang yaitu melakukan study kelayakan terhadap potensi rumput laut di Maluku. Daerah yang telah ditemukan menjadi sasaran budidaya rumput laut adalah pulau Seram, Hasil study pengembangan rumput laut akan dibawanya dan diserahkan ke pemerintah Jepang untuk dilakukan pengujian. Apabila hasil pengujian sesuai dengan target pemerintah Jepang maka ditindak lanjuti dengan penanda tanganan MoU dan lainnya antara pemerintah Maluku dan Jepang.

Katori juga mengakui Maluku memiliki potensi wisata bahari yang sangat indah dan potensi ini belum diketahui secara luas oleh masyarakat Jepang. Melalui kerjasama ini akan membuka akses-akses pariwisata Maluku di masyarakat Jepang dan diyakininya masyarakat Jepang sangat tertarik untuk datang ke Maluku.

Menangapi tawaran pemerintah Jepang, Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu mengatakan penawaran kerjasama ini adalah lanjutan dari penawaran dan kerjasama sebelumnnya antara pemerintah Jepang dengan pemerintah Maluku yang meliputi kerjasama Kinido dan Jaica. Kerjasama ini terhenti akibat tidak stabilnya keamanan di laut Maluku pasca konflik sosial di Maluku1999.

Ralahalu meminta kerjasama ini dilanjutkan kembali karena kondisi keamanan Maluku telah pulih. Kerjasama lain yang ditawarkan oleh Duta besar Jepang yaitu kerjasama pariwisata didasarkan Maluku memiliki banyak potensi pariwisata yang tidak diketahui masyarakat Jepang.

Ralahalu menambahkan secara geografis, Jepang adalah salah satu negara yang berada dalam zona gempa dan tidak berbeda jauh dengan Maluku, olehnya tawaran kerjasama teknologi mitigasi telah ditawarkannya ke Dubes Jepang dan mendapat tanggapan positif yaitu akan ada kerjasama dibidang teknologi khususnya masalah  gempa. (DMS FM)