Rabu, 29 Februari 2012


Wabah DBD kembali serang Maluku Tenggara, dinas kesehatan kehabisan obat

Wabah Demam Berdarah (DBD) kembali menyerang kabupaten Maluku Tenggara. Wakil Bupati kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Yunus Serang mengatakan kasus DBD menyerang kabupaten Malra sejak Desember 2011 hingga hingga akhir Januari 2012 tercatat 51 orang positif DBD. Setelah ditangani tim medis kasusnya mulai berkurang. Hingga pertengahan Februari 2012 tersisa 11 orang yang masih dirawat di RSU. Karel Sasuitubun. Saat ini tiba-tiba DBD kembali menyerang warga Malra dan kota Tual, akibatnya 30 orang dinyatakan positif terinfeksi DBD dan lima orang meninggal dunia.

Untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) ini Bupati Malra telah mengintruksikan dilakukan sterilisasi terhadap pasien DBD di RSU Karel Sasuitubun. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi penularan secara besar-besaran ke orang lain. Selain itu Bupati Malra bersama Walikota Tual telah mengeluarkan intruksi pembersihan lingkungan dan penyemprotan pembasmi virus DBD secara menyeluruh di kedua daerah tersebut dan telah dilaksanakan pada Jumat lalu.

Serang menambahkan seluruh biaya pengobatan pasien DBD dibiayai oleh Pemkab Malra ditambah pemberian santunan bagi lima orang korban meninggal dunia akibat DBD. Sementara kepala dinas kesehatan provinsi Maluku Ike Ponto mengakui telah terjadi kasus DBD di kabupaten Maluku Tenggara (Malra), kota Tual dan kabupaten Buru. Untuk mengantisipasi kejadian luar biasa ini dinas kesehatan provinsi Maluku telah menurunkan tim medis ke daerah tersebut membantu dinas kesehatan setempat. Ponto mengakui dirinya mengalami kekurangan obat khususnya cairan cloyd dan kini sedang diproses pendistribusiannya dari Jakarta ke lokasi-lokasi yang terserang virus DBD. DMS