Selasa, 14 Februari 2012


Sekitar 500 rumah terbakar, Polisi masih siaga di desa Pelauw

Bentrokan antar warga desa Pelauw, kecamatan pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah sedikitnya 500 rumah hangus terbakar dan ribuan warga mengungsi ke desa-desa terdekat. Kapolres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease, Suharwiyono mengatakan kondisi keamanan terkini di negeri Pelauw telah kondusif, namun warga masih trauma. Kedua kelompok warga yang saling bertikai telah menghentikan aksi penyerangan, meski demikian aparat keamanan dari Polda Maluku dan Polres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease tetap melakukan penjagaan ekstra ketat karena dikhawatirkan terjadi bentrokan susulan.

Polisi juga memberlakukan pembatasan mobilisasi warga masuk keluar negeri Pelauw pada malam hari baik menggunakan kapal cepat mini (Speed boat) maupun menggunakan angkutan lainnya. Kebijakan ini diberlakukan untuk mengantisipasi adanya penyelundupan senjata tajam maupun bahan peledak rakitan.

Menanggapi penilaian ketua KOMNAS HAM Maluku yang mengatakan Polisi lamban tangani kasus Pelauw dan terkesan ada unsur pembiaran, menurut Suharwiyono, pernyataan KOMNAS HAM Maluku tidak sesuai fakta di lapangan. Polisi dalam hal ini Polres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease dibantu Polda Maluku sejak terjadinya konflik Pelauw pada Rabu pekan lalu telah melakukan penjagaan secara ketat dan telah melakukan mediasi tokoh-tokoh masyarakat dari kedua kelompok untuk hentikan permusuhan diantara mereka dan mendapat respon dari keduanya, namun pada Jumat malam kembali terjadi konflik, akibatnya enam orang tewas dan puluhan orang luka berat dan ringan ditambah ratusan rumah terkabar.

Suharwiyono menambahkan sebaliknya yang terkesan tidak serius adalah Pemerintah kabupaten Maluku Tengah yang tidak mampu mengarahkan masyarakat Pelauw untuk berdamai. Jumlah personil Polisi di Pelauw saat ini mencapai 5 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Polda Maluku dan Polres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease. Jumlah ini menurut Suharwiyono mampu mengatasi terjadinya konflik susulan. DMS