Kamis, 26 Januari 2012


Konflik Ulath –Siri Sori Amalatu, dua warga tertembak

Akibat konflik antar warga negeri Ulath dengan warga negeri Siri-Sori Amalatu, kecamatan Saparua, kabupaten Maluku Tengah, dua orang terkena tembakan peluru senjata api. Wakapolda Maluku, Heru Prastowo mengatakan kedua korban ditembak dengan senjata api dari arah hutan sekitar kedua negeri yang bertikai. Hingga saat ini belum diketahui identitas pelaku penembakan terhadap kedua korban tersebut. Hingga saat ini Polisi juga belum mengetahui identitas kedua korban.

Sementara terkait pelaku pembacokan terhadap Alence Yohanis, anggota Polsek Saparua, Prastowo mengaku kini masih buron. Pelaku diketahui telah melarikan diri kehutan dengan menggunakan senjata tajam dan diduga membawa senjata api. Anggota Kepolisian dibantu masyarakat kini sedang melakukan pencarian terhadap pelaku, mereka menyisir hutan sekitar kedua negeri.

Jumlah personil Polisi yang telah diturunkan untuk melakukan pengamanan di Ulath dan Siri-Sori Amalatu sebanyak 1 peleton Brimob Polda Maluku, 1 peleton Shabara perintis dari Polres pulau Ambon dan pulau-pulau Lease ditambah anggota Polsek Saparua.

Kondisi keamanan kedua negeri saat ini sudah dapat dikendalikan oleh aparat keamanan namun kondisi ini menurut Prastowo, belum stabil akibat adanya warga yang tertembak. Untuk mengantisipasi terjadi konflik lanjutan anggota Polisi yang telah diturunkan melakukan penyekatan dan belum dibuka komunikasi antar warga kedua negeri secara langsung.

Bentrokan antar warga Ulath dengan warga Siri-Sori Amalatu dipicu oleh adanya tindakan kekerasan berat berupa pembacokan dengan menggunakan senjata tajam yang dilakukan oleh salah satu warga dusun Wainahia negeri -Sori Amalatu terhadap Alence Yohanis, anggota Polsek Saparua yang berasal dari negeri Ulath. Akibat bacokan korban mengalami luka sobekan di bagian punggung tangan kiri. Melihat kejadian tersebut keluarga korban tidak menerima dan langsung melakukan penyerangan ke negeri Siro-Sori Amalatu namun dihalangi Polisi. (DMS FM)