Selasa, 13 Desember 2011


GMNI desak turunkan SBY-Boediono

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesi (GMNI) cabang Ambon melakukan aksi demo di lokasi Gong Perdamaian Ambon dan kantor Gubernur Maluku. Mereka menuntut Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono segera turun dari jabatannya karena tidak mampu memimpin bangsa dan rakyat Indonesia mencapai kesejahteraan.

Abdul Azis Yanlua, koordinator aksi mengatakan tiga tuntutan utama GMNI terhadap SBY-Boediono yaitu cabut mandat SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden, tangkap dan penjarakan SBY-Boediono dan kembalikan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.

Aksi GMNI juga sebagai bagian dari kepedulian GMNI terhadap meninggalnya Sondang Hutagalung, mahasiswa universitas Bung Karno yang kecewa terhadap kinerja SBY-Boediono dan akhirnya membakar dirinya di depan istana Presiden. Aksi GMNI juga diwarnai dengan aksi berdoa bersama mengutuk kinerja presiden dan wakil Presiden SBY-Boediono, dilanjutkan dengan penyembelihan seekor ayam sebagai rasa ketidak percayaan mereka terhadap SBY Boediono.

Setelah dari Gong Perdamaian Ambon aksi GMNI dilanjutkan ke kantor Gubernur Maluku dan mendapat tanggapan dari Sekda Maluku Ros Far-Far. Kepada pendemo Far-Far mengatakan tuntutan GMNI yang meminta Gubernur Maluku mengirimkan tuntutan mereka ke Presiden diterimanya dan langsung memerintahkan Sekretaris Kesbangpol Setda Maluku mengirimkan tuntutan GMNI ke Mendagri dan ke Pimpinan pusat GMNI.

Far-Far meminta pendemo tidak anarkis dalam bentuk bentrok dengan aparat Kepolisian, Satpol PP dan melakukan aksi memblokir jalan umum saat melakukan aksi demo karena berdampak menghambat proses pembangunan Maluku dan menghambat rutinitas warga kota Ambon.(DMS FM)