Jumat, 16 Desember 2011


Ribuan warga demo tuntut Kapolda Maluku tangkap pelaku pembunuh sopir angkot Kudamati

Ribuan warga dari Kudamati, Batu Gantung, Benteng dan lainnya di Kecamatan Nusaniwe, melakukan aksi demo di Mapolda Maluku. Mereka mendesak Kapolda, Maluku Syarief Gunawan segera menangkap pelaku pembunuh Rivaldo Petta supir angkot jurusan Kudamati. Petta dibunuh dengan cara ditikam dengan senjata tajam pada saat korban sedang mengemudikan kendaraannya di jalan Sultan Baabullah Ambon.

Korban ditikam oleh orang tak dikenal akibatnya korban lemas hingga tidak mampu mengendalikan kendaraannya dan akhirnya menabrak salah satu rumah makan di Jalan A.Y. Patty Ambon. Akibat kasus tersebut, pengemudi angkot jurusan Kudamati, Bentas, Air Salobar hingga Latuhalat ditambah dengan keluarga korban melakukan aksi demo di Mapolda Maluku.

Izak Morin Wonlira, salah satu juru bicara pendemo saat bertemu dengan Kapolda Maluku, Syarief Gunawan menyampaikan tiga tuntutan utama mereka yaitu meminta Polda Maluku bersama Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease segera menangkap pelaku pembunuh Rivaldo Petta. Memindahkan jalur angkot Kudamati, Air Salobar, Benteng hingga Latuhalat ke jalan Dr. Soetomo. Mereka menyatakan tidak akan melewati jalur jalan Sultan Baabullah karena sering terjadi tindakan kriminal terhadap pengemudi maupun penumpang.

Pendemo juga mendesak Kapolda Maluku dan Pangdam XVI Patimura Ambon menempatkan aparat keamanan secara merata terutama pada titik-titik kerawanan tindakan kriminal. Menyikapi tuntutan pendemo Kapolda Maluku, Syarief Gunawan menyatakan siap melakukan penyelidikan pelaku pembunuh Rivaldo Petta. Menempatkan aparat keamanan sesuai dengan permintaan pendemo dan memberlakukan jalur jalan Dr. Soetomo bagi pengemudi angkot Kudamati, Bentas, Air Salobar dan Latuhalat.

Seusai pertemuan dengan perwakilan pendemo Kapolda Maluku langsung menemui ribuan pendemo di depan pintu masuk Mapolda Maluku dan menyatakan dukungannya terhadap tuntutan pendemo. Setelah mendengarkan pernyataan Kapolda Maluku, ditambah dengan arahan dari Ketua Sinode GPM, Jhon Ruhulesin yang meminta pendemo kembali ke tempatnya dan tidak melakukan tindakan anarkis terhadap sesama warga Kota Ambon, pendemo langsung membubarkan diri dan kembali ke wilayah pemukiman masing-masing.(DMS FM)