Senin, 28 November 2011


Walikota keluhkan belum terima bantuan pengungsi dari pemerintah pusat

Walikota Ambon Ricahard Louhanapessy mengeluhkan belum disalurkannya anggaran bagi pembangunan kembali rumah warga kota Ambon yang rusak akibat bentrokan antar warga Kota Ambon 11 September 2011. Dalam laporannya kepada Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu saat pencanangan pembanguan kembali rumah warga yang rusak akibat bentrokan 11 September 2011 di kelurahan Batu Gantong Waringin Ambon.

Louhanapessy mengatakan pencanganan pembangunan kembali rumah warga yang rusak akibat bentrokan 11 September 2011 yang dicanangkan masih menggunakan anggaran bantuan dari pemerintah provinsi Maluku sebesar Rp. 6,6 milyar, sementara bantuan dari pemerintah pusat yang telah dijanjikan oleh Menteri Perumahan Rakyat sebesar Rp. 2 milyar lebih  dan bantuan dari Kementrian Sosial sebesar Rp. 3,Milyar hingga kini belum masuk. Sementara bantuan dari APBD provinsi Maluku sebesar Rp. 6,6 milyar telah disalurkan ke korban penereima melalui BKM atau Badan Keswadayaan Masyarakat. BKM yang terdiri dari korban penerima bantuan akan mengerjakan secara langsung rumahnya yang rusak sesuai dengan alokasi anggaran yang diberikan.

Louhanapessy menambahkan berdasar data pemerintah kota Ambon konflik antar warga kota Ambon pada 11 September 2011 telah mengakibatkan 302 rumah warga di kelurahan Batu Gantung Waringin, Talake dan kelurahan Mardika mengalami rusak yang terbagi atas rusak  berat sebanyak 188 rumah, rusak ringan 80 rumah dan rusak total sebanyak 188 rumah. Sementara Bantuan yang diberikan pemerintah untuk rumah rusak ringan Rp. 5 juta, rusak berat Rp. 24 juta dan rumah yang rusak total Rp. 59 juta.

Sementara Jumlah korban meninggal dunia 9 orang, luka berat sebanyak 31 orang dan luka ringan sebanyak 156 orang. Tiga korban luka berat telah dirujuk untuk pengobatan di rumah sakit persahabatan Jakarta akibat terkena peluru senjata api yang bersarang dalam tubuh dan tidak mampu dikeluarkan oleh tim medis di Ambon. Korban meninggal dunia juga telah mendapat santuanan dari pemerintah provinsi dan kota Ambon sementara korban luka berat dan ringan mendapat bantuan pengobatan gratis dari pemerintah.(DMS FM)