Kamis, 20 Oktober 2011


PASCA INSIDEN POHON PULE DUA BANGUNAN TERBAKAR

Insiden antar warga yang terjadi di kawsan Pohon Pule, Kecamatan Sirimau kota Ambon, Kamis dini hari sekitar pukul 03.45 WIT, mengakibatkan dua bangunan hangus terbakar. Kedua bangunan tebakar terletak di Jalan Dr. Malaiholo yaitu Toko Aliana, menjual bahan bangunan matrial kayu serta UD Union yang menjual antara lain gipson, kanopi serta bahan banggunan.

Husni salah satu warga Pohon Pule mengatakan insiden antarwarga bermula adanya aksi lempar batu antar dua kelomopok balapan motor liar yang saling kejar dari arah pusat kota melewati kawasan tersebut. Dia mengaku tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran kedua bangunan tersebut karena  kejadian berlangsung cepat hanya selang beberapa saat setelah aksi pelemparan kedua kelompok balapan liar tersebut.

Kejadian tersebut menyebabkan konsentrasi massa saling berhadapan antara warga di lorong Kolonel Pieters dengan warga Jalan Baru yang berujung saling lempar batu bahkan ada yang melepas busur panah. Akibatnya 5 warga terluka. 2 terkena lemparan batu sementara 3 lainnya terluka akibat terkena anak panah. Para korban dilarikan kerumah sakit terdekat.

Aparat Kepolisian dari Satuan Brimob Polda Maluku dan TNI Kodam XVI/Pattimura dibantu TNI BKO yang berada di pos penjagaan tidak jauh dari lokasi kejadian mencoba langsung membubarkan massa agar insiden tidak berkepanjangan. Personil Polisi Polres Pulau Ambon dikerahkan membantu pengamanan di lokasi tersebut mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadi.

Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalau, Kapolda Maluku Syarif Gunawan, Pangdam VI/Pattimura Suharsono, Wali kota Ambon, Richard Louhenapessy serta Kapolres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease Djoko Susilo, terjun langsung ke lokasi kejadian meninajau bangunan terbakar.

Kapolda Maluku Syarif Gunawan, saat ditanya belum mau memberikan keterangan karena Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengusut pemicu insiden maupun pelaku pembakaran. Kapolres Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, Djoko Susilo juga belum mau memberikan keterangan resmi karena masih dilakukan penyelidikan dan olah TKP.

Insiden yang terjadi Kamis Subuh tersebut tidak menggangu rutinitas masyarakat hingga berita ini diturunkan. Aktifitas kendaraan angkutan umum tetap mengangkut para penumpang yang hendak melakukan rutinitas pekerjaan di kantor maupun para siswa ke sekolah berlangsung normal.

Aktifitas perekonomian juga berjalan normal ditandai dengan tidak ada toko yang tutup, begitu juga dengan kondisi dan situasi di pasar Mardika dan sejumlah pasar di kota Ambon ramai di kunjungi warga yang membeli kebutuhan rumah tangga.(DMS FM)